RUKUN ISLAM.
Ada 5 perkara yaitu:
1. Mengucapkan "Dua Kalimat Shahadat".
2. Mengerjakan Sholat Wajib Lima waktu sehari semalam.
3. Membayar Zakat.
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
5. Menunaikan Haji bagi yang mampu.
Ada 6 perkara yaitu:
1. Beriman kepada Allah S.W.T.
2. Beriman kepada Malaikat - malaikat Allah.
3. Beriman kepada Kitab - Kitab Allah.
4. Beriman kepada Rasul - rasul Allah
5. Beriman kepada Qodo dan Qodar.
Hantu menurut Islam
![]() |
| "Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" |
Ada orang yang mempercayai adanya hantu, ada pula yang tidak percaya.
Sebagian besar orang awam beranggapan bahwa hantu memang ada, namun
dalam pemahaman yang salah.
Hantu dan tragedi horor faktanya memang ada karena ada alam lain selain
alam nyata ini, yaitu alam ghaib. Di alam ghaib ada beberapa jenis
penghuni, salah satunya adalah jin. Ada jin baik dan jin jahat. Jin
jahat bekerja sebagai pengganggu manusia sehingga manusia dibuat
terkejut lalu ketakutan. mereka membuat hal-hal aneh dan menakutkan,
diantaranya adalah tragedi horor.
Dari sekian banyak jenis hantu, hantu yang sepertinya paling ditakuti masyarakat adalah hantu orang mati.
Sebagian orang awam beranggapan bahwa hantu adalah jelmaan roh orang
mati, khususnya orang mati yang teraniaya atau kecelakaan. Fakta tentang
hantu adalah jelmaan orang mati tidak bisa dibenarkan .
Menurut ajaran Islam, roh-roh orang mati itu disimpan disuatu tempat.
Roh orang Mu’min disimpan di suatu tempat bernama Illiyyin, sebagaimana
firman Allah SWT dalam surat Al-Muthaffifin ayat18 yang artinya:
”sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam ada di Illiyin”.
Adapun roh orang kafir berada di tempat bernama Sijjin, sebagaimana yang
tercantum dalam Surat Al-Muthaffifin ayat 7 yang artinya:
”dan sesungguhnya kitab orang-orang durhaka itu (tersimpan) dalam Sijjin”.
Roh orang mati dijaga di tempatnya sampai hari kiamat, tidak ada istilah gentayangan atau jelma-menjelma.
Islam tidak menolak kewujudan makhluk halus, malah perkara ghaib seperti
kewujudan makhluk halus wajib dipercayai kerana Rukun Iman itu sendiri
terdiri dari perkara-perkara ghaib yang wajib diimani. Mengatakan
makhluk halus tidak wujud bermakna melakukan satu iktikad yang
merosakkan akidah. Malaikat, Jin dan beberapa makhluk halus yang lain di
sebut dengan jelas dalam Al-Qur’an. Ini akan saya jelaskan di dalam
posting lain. Perbuatan sihir juga di sebut dengan jelas oleh Allah
dalam Al-Qur’an dan ia memang mampu dilakukan oleh mereka-mereka yang
melampaui batas. Menolak kewujudan mereka bermakna menolak ayat-ayat
Allah dalam Al-Qur’an. Menolak ayat Al-Qur’an bermakna kita beriktikad
bahawa kandungan Al-Qur’an itu tidak betul. Dengan iktikad ini, kita
mencampakkan diri kita dalam perbuatan tidak beriman kepada Allah
Dari Abu Hurairah r.a. katanya : “Ketika Rasulullah s.a.w. menyabdakan :
“Tidak ada penularan, Tidak ada yang tabu di bulan Safar, dan tidak ada
hantu mayat gentayangan.” Maka bertanya seorang Arab Dusun, “YA
Rasulullah! Bagaimana seandainya sekelompok unta yang sihat dipadang
pasir, kemudian didatangi seekor unta yang berkudis, kemudian unta yang
sihat itu, berkudis pula semuanya?” jawab Rasulullah.,“Siapakah penular
yang pertama-tamanya?” (Hadis Riwayat Imam Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak ada
penularan, tidak ada mayat gentayangan yang menjadi hantu kuburan, tidak
ada binatang tetentu muncul yang menyebabkan hujan, dan tidak ada tabu
di bulan Safar” (Hadis Riwayat Imam Muslim).
Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak ada
penularan, tidak ada pengaruh atau tanda bahaya suara burung, dan tidak
ada hantu.” (Hadis Riwayat Imam Muslim).
Hadis di atas jelas menunjukkan Rasulullah s.a.w. sedang memberikan
penjelasan mengenai beberapa perkara tahyul dan khurafat yang menjadi
kepercayaan Arab Jahilliah pada satu ketika dulu. Pertama yang
dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w. ialah, tidak semua penyakit itu
penyakit berjangkit. Jika ada penyakit berjangkit sedang menular,
terdapat satu hadis daripada Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan amalan
kuarantin yang harus dipatuhi penduduk setempat yang mengalami penyakit
tersebut dan penduduk luar yang dilarang masuk ke tempat tersebut.
Rasulullah s.a.w. juga memberikan penjelasan terhadap kepercayaan karut
yang diperkatakan oleh golongan Arab Jahiliah satu ketika dulu seperti
siulan burung-burung tertentu yang dikatakan mereka sebagai alamat atau
petanda kejadian tidak elok bakal berlaku. Rasulullah s.a.w. mendidik
mereka dengan hadis ini yang mengatakan semua perkara tersebut adalah
tidak benar dan karut. Begitu juga dengan kepercayaan Arab Jahiliah satu
ketika dulu yang mengatakan bahawa mayat seseorang itu boleh kembali
hidup dan menjadi hantu yang bergentayangan (merayau-rayau) di kawasan
perkuburan. Dengan ini jelas sekali dari Hadis baginda Rasulullah s.a.w.
bahawa apa yang dikatakan hantu itu tidak wujud sama sekali. Ini kerana
kebanyakan dari mitos yang menyatakan asal usul hantu-hantu dengan
berbagai-bagai nama ini adalah karut marut amalan jahiliah dan animisme
belaka.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa hantu orang mati itu
bukanlah jelmaan roh orang yang mati dan tidak ada hubungannya sama
sekali dengan orang yang sudah mati. Semua itu hanyalah ulah setan dan
jin yang bandel. Sebagai manusia yang beriman dan berakal, kita harus
jeli terhadap asumsi dan prediksi alam ghaib itu, agar kita tidak
terkecoh oleh tipuan mereka.Dari keterangan di atas dapat disimpulkan
bahwa hantu orang mati itu bukanlah jelmaan roh orang yang mati dan
tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang yang sudah mati. Semua
itu hanyalah ulah setan dan jin yang bandel. Sebagai manusia yang
beriman dan berakal, kita harus jeli terhadap asumsi dan prediksi alam
ghaib itu, agar kita tidak terkecoh oleh tipuan mereka.
Lalu Bagaimana Penjelasan tentang acara misteri tentang ada orang
kecelakaan di suatu tempat lalu ada sesosok hantu dengan ciri2 orang
yang mati disitu?, Menurut pandangan Islam, sebenarnya alasan kenapa
hantu itu atau yang keraskuan itu bisa tahu tentang yang terjadi kepada
orang yang kecelakaan itu, karena setan atau jin itu memang ada pada
saat kejadian tersebut, oleh karena itu sangat jelas dia mengetahui
kejadian tersebut. Dan dengan bermodalkan semua itu jin atau setan mulai
menjerumuskan manusia dengan cara "menyamar" menjadi orang yang
mengalami kecelakaan tersebut, dan mulai menggoyahkan iman manusia agar
menyeleweng dari ajaran agama islam. Diantaranya, dengan memuja-muja
barang-barang atau benda yang dianggap keramat, dsb.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar